Segarnya Air Terjun Coban Pelangi

Ketika berencana untuk pulang ke Malang, aku telah berniat untuk mengelilingi tempat tempat wisata di kota Malang dan sekitarnya. Dan perjalanan pertamaku akhirnya terlaksana di tanggal 22 Juli kemarin. Tempat yang aku kunjungi kali ini adalah Coban Pelangi. Salah satu destinasi wisata yang hampir selalu muncul sebagai kesatuan paket wisata menuju gunung Bromo. Tempat ini memang cukup menarik untuk dikunjungi karena memiliki air terjun yang cukup tinggi dengan debit air yang besar serta pemandangan lembah hijau yang menawan.

Coban Pelangi

Perjalanan ke Coban Pelangi

Pertama kali mengunjungi tempat ini pada saat aku masih kelas 2 SMA (sekitar 11 tahun yang lalu) dan terakhir kali saat menemani teman teman kuliahku yang PKL di Malang sekitar tahun 2006 sehingga jalan menuju kesana sudah lupa lupa ingat. Untuk perjalanan kali ini, aku pergi menggunakan motor. Setelah menjemput temanku dan mengisi angin ban motor di daerah Blimbing, kami langsung menuju ke Coban Pelangi melalui jalur Tumpang.

Bagi teman teman yang ini mencoba mengunjungi Coban Pelangi ini melalui jalur yang sama dengan yang kami lewati kemarin,silahkan mencoba memulai perjalanan dari Malang Kota. Dari Malang Kota carilah jalan menuju daerah Blimbing kemudian belok kanan di Pertigaan PDAM. Setelah itu tinggal lurus dengan mengikuti petunjuk arah menuju Bandara Abdul Rahman Saleh atau pun Pemandian Wendit. Setelah melihat replika pesawat sebagai penanda jalan masuk ke Bandara Abdul Rahman Saleh, jangan belok kiri namun tetap lurus saja menuju arah Tumpang. Selanjutnya tinggal lurus terus mengikuti jalan besar hingga ketemu pertigaan yang memaksa harus pilih belok kiri atau kanan. Ambil belokan ke kiri dengan mengikuti tulisan arah menuju Bromo. Jika kalian melihat ada Taman Makam Pahlawan di kanan jalan persis setelah kalian belok kiri, berarti kalian sudah menuju jalan yang benar.

Setelah belok kiri di pertigaan Tumpang tadi, kalian bisa mengambil jalur lurus terus. Bahkan ketika bertemu perempatan dengan belokan ke kanan yang lebih besar dan lebih mulus dibandingkan lurus, tetap lah ambil jalan yang lurus. Jalur yang benar akan ditandai dengan banyaknya provider jeep atau touring yang dapat membawa anda berwisata ke Gunung Bromo di kiri maupun kanan jalan. Ikuti jalan tersebut hingga menemui jalan yang sempit dan bergelombang dengan pemandangan lembah yang indah di kiri dan kanan jalan. Silahkan menikmati pemandangan tersbut namun tetap berhati hatilah di jalan ini karena walau pun sempit dan rusak, jeep jeep dari provider touring tadi berjalan dengan kecepatan tinggi di jalur ini. Dan tidak lama kemudian sampai lah kita di pintu masuk wana wisata Coban Pelangi.

Menuju Air Terjun

Coban Pelangi

Setelah tiba di pintu masuk air terjun, kami segera memarkir motor kami di dalam area wisata. Untuk area parkiran motor berada di dalam gapura sedangkan parkiran mobil berada di luar gapura. Setelah memarkir motor dan membayar tiket masuk, kami segera mulai petualangan kami menapaki jalan menuju air terjun Coban Pelangi. Perjalanan menuju air terjun tidak lah berat. Kami hanya perlu menuruni tangga hingga ke sampai ke sungai. Kemudian menyeberangi tangga kayu yang terlihat cukup kokoh. Dan kembali sedikit menaiki dan menuruni anak tangga untuk mencapai air terjunnya. Di sepanjang jalan akan ditemui beberapa warung yang berjualan gorengan, pop mie dan minuman. Selain itu juga akan ada beberapa kamar mandi umum serta mushola dan camping ground.

Coban PelangiCoban Pelangi

Setelah melewati perjalanan yang sangat tidak menguras keringat akhirnya kami sampai ke air terjun Coban Pelangi. Terdapat gardu pandang untuk melihat Coban Pelangi dari posisi yang agak jauh dan lebih aman atau bisa memilih menuruni gardu pandang untuk lebih mendekati posisi air terjun walau sedikit berbahaya. Walau pun posisi gardu pandang ini cukup jauh dari air terjun namun percikan airnya bisa terasa hingga gardu pandang karena air terjunnya cukup tinggi serta hembusan angin yang dihasilkan dari proses jatuhnya air ini cukup kencang dan memantul dari dinding dinding lembah.

Coban Pelangi

Jika beruntung, kita bisa melihat pelangi yang dihasilkan oleh kolaborasi antara percikan air terjun dengan cahaya matahari yang masuk melalui sela sela lembah. Waktu yang tepat untuk melihat pelangi ini antara pukul 10 – 2 siang dengan syarat sedang tidak mendung. Namun sayangnya kami tidak bisa mendapatkan pelangi tersebut kemarin. Walau tanpa kehadiran pelangi pun, air terjun ini sudah sangat indah.

Coban Pelangi

Setelah puas berfoto di tempat ini, kami pun beranjak meninggalkan air terjun. Namun perjalanan pulang tidak seindah keberangkatan. Jalur yang tadinya menurun dan membuai kami, sekarang menjadi tantangan berat untuk didaki. Kemiringan yang hampir mencapai 45 derajat membuat kaki bekerja ekstra keras. Syukur lah perjalanan tersebut tidak memakan waktu lama. Hanya perlu 20 menit untuk bisa kembali ke gapura kedatangan. Setelah mengambil motor akhirnya kami pun meninggalkan lokasi dengan keringat yang masih membasahi pakaian.

Coban Pelangi

Pengeluaran

Tidak memerlukan banyak uang untuk mencapai Air Terjun Coban Pelangi. Dengan mengesampingkan biaya bensin motor, kami cukup membayar uang masuk dan uang parkir. Sayangnya kami tidak sempat mencoba membeli makanan dan minuman di dalam area sehingga tidak mengetahui harganya. Rincian pengeluaran kurang lebih sebagai berikut :

No Jenis Pengeluaran Total
1 Uang Masuk Rp 8.000 per orang x 2 Rp 16.000
2 Parkir Motor Rp 4.000 per motor Rp 4.000
3 Penitipan Helm Rp 1.000 per helm x 2 Rp 2.000
4 Toilet Rp 2.000 sekali masuk x 2 Rp 4.000
Total Rp 26.000

Tapi jika membandingkan besarnya biaya retribusi yang ditarik dengan fasilitas dan infrastruktur yang tidak banyak berubah dari wana wisata ini sejak pertama kali aku mengunjungi tempat ini di tahun 2003 kok rasanya ada sedikit rasa penasaran dengan cara pengelolaannya. Jalan setapak yang kerusakannya tetap sama, saung yang masih dibiarkan terbengkalai. Sungguh sayang mengingat pengunjung pun cukup banyak termasuk juga wisatawan manca negara yang ditarik biaya masuk yang berbeda yakni Rp 15.000 untuk wisman dibandingkan Rp 8.000 untuk turis lokal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s